
Udara di Cleanroom Itu Masuk dari Mana dan Keluarnya ke Mana?
Cleanroom dikenal sebagai ruangan super bersih yang digunakan untuk proses produksi atau aktivitas yang sangat sensitif terhadap kontaminasi. Tapi banyak orang awam masih bertanya:
“Udara di cleanroom itu masuk dari mana dan keluarnya ke mana?”
Pertanyaan ini sangat penting, karena kualitas cleanroom tidak hanya ditentukan oleh panel putih, pintu rapat, atau ruangan dingin. Cleanroom adalah sistem yang bekerja berdasarkan alur udara (airflow) yang terkontrol dan terukur.
Tanpa aliran udara yang benar, cleanroom bisa terlihat bersih, tetapi sebenarnya tidak memenuhi standar ISO/GMP. Bahkan bisa menimbulkan kontaminasi silang yang berbahaya untuk produk.
Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap jalur udara cleanroom, mulai dari udara masuk (supply), proses filtrasi, sampai udara keluar (return dan exhaust), serta kenapa sistem ini sangat menentukan keberhasilan cleanroom.
Kenapa Aliran Udara Cleanroom Harus Diatur?
Tujuan utama cleanroom adalah mengontrol partikel dan kontaminasi. Kontaminasi bisa berasal dari:
- debu dari luar ruangan
- serat kain dari pakaian operator
- mikroorganisme (bakteri/jamur)
- partikel dari proses produksi
- material packaging
- gerakan manusia dan alat
Karena itu cleanroom tidak cukup hanya “dibersihkan”, tetapi harus memiliki sistem yang bisa:
- memasukkan udara bersih terus-menerus
- mengarahkan aliran udara sesuai zoning
- membuang udara yang sudah terkontaminasi
- menjaga tekanan agar udara luar tidak masuk
Di sinilah fungsi HVAC cleanroom menjadi krusial.
Gambaran Umum Sistem Udara di Cleanroom
Sebelum masuk lebih detail, kita pahami dulu komponen dasar aliran udara cleanroom:
- Supply Air = udara bersih yang masuk ke cleanroom
- Return Air = udara dari ruangan yang dikembalikan ke sistem untuk disaring ulang
- Exhaust Air = udara yang dibuang keluar sistem (tidak dikembalikan)
- Fresh Air / Outside Air = udara luar yang masuk sebagai udara baru
- AHU (Air Handling Unit) = mesin utama yang mengolah udara (filtering, cooling, heating, dehumidifying)
- HEPA Filter / ULPA Filter = filter akhir untuk memastikan udara benar-benar bersih sebelum masuk ruangan
Jadi, udara cleanroom sebenarnya bukan “udara diam”, tetapi selalu bergerak dalam sistem sirkulasi terkontrol.
Udara di Cleanroom Masuk dari Mana?
Udara bersih masuk ke cleanroom melalui jalur yang disebut Supply Air.
1) Dari AHU (Air Handling Unit) Cleanroom
Pada sistem cleanroom profesional, udara masuk biasanya berasal dari AHU yang sudah dirancang khusus cleanroom.
AHU bertugas untuk:
- mencampur udara luar (fresh air) dengan udara return (jika sistem menggunakan return)
- menyaring udara bertahap (pre filter, medium filter, hingga filter final)
- mengatur suhu (cooling/heating coil)
- mengatur kelembaban (dehumidifier/humidifier jika diperlukan)
Setelah udara diolah di AHU, udara dialirkan melalui ducting menuju cleanroom.
2) Melalui Ducting Supply Menuju Terminal HEPA / FFU
Udara dari AHU tidak langsung masuk ke ruangan. Udara akan melewati terminal filtrasi seperti:
- HEPA Box (Terminal HEPA Filter)
- FFU (Fan Filter Unit)
Biasanya unit ini dipasang di ceiling cleanroom.
Kenapa di ceiling?
Karena udara bersih paling efektif dialirkan dari atas ke bawah, mengikuti konsep airflow vertical.
3) Keluar dari Diffuser/HEPA di Plafon (Ceiling Supply)
Setelah melewati HEPA, udara bersih keluar dari:
- HEPA diffuser / grille
- perforated ceiling
- laminar flow diffuser (untuk area kritikal)
Inilah titik utama “udara masuk” cleanroom.
Udara masuk = dari atas (ceiling supply)
Karena kontaminasi harus didorong turun dan dibuang, bukan dibiarkan mengambang.
Udara di Cleanroom Keluar ke Mana?
Setelah udara bersih masuk dan mengalir di ruangan, udara harus dikeluarkan melalui jalur yang tepat. Ada dua jalur utama: return dan exhaust.
1) Keluar Melalui Return Air (Udara Kembali ke Sistem)
Return air adalah udara yang diambil dari ruangan lalu:
- dikembalikan ke AHU
- disaring ulang
- diproses ulang
- disupply kembali
Return air biasanya ditarik melalui:
- return grille di dinding bagian bawah
- return duct di ceiling (tergantung desain)
Namun untuk cleanroom, umumnya return ditempatkan di bagian bawah dinding agar:
- partikel yang terdorong turun ikut tersedot
- udara kotor tidak naik lagi ke area kerja
Konsep cleanroom yang umum: Supply dari atas, return dari bawah.
2) Keluar Melalui Exhaust Air (Udara Dibuang Keluar)
Exhaust adalah udara yang dibuang keluar sistem dan tidak digunakan kembali.
Exhaust diperlukan jika:
- ada proses yang menghasilkan kontaminan tinggi
- ada bahan kimia/solvent
- ruangan butuh tekanan negatif
- ada bau, uap, atau partikel spesifik yang tidak boleh bersirkulasi
Exhaust biasanya dipasang di:
- area proses tertentu
- ruang washing
- ruang mixing bahan tertentu
- ruang isolasi (negative pressure room)
Udara exhaust akan dibuang keluar melalui ducting dan biasanya melewati filter tambahan jika diperlukan.
Kenapa Ada Cleanroom yang Udara Return-nya Banyak, Ada yang Exhaust-nya Banyak?
Ini tergantung kebutuhan industri dan desain sistem.
Sistem dengan Banyak Return (Recirculation System)
Kelebihan:
- hemat energi
- suhu dan kelembaban lebih stabil
- cocok untuk cleanroom produksi umum (ISO 7/8)
Kekurangan:
- tidak cocok untuk kontaminan kimia tinggi
Sistem dengan Banyak Exhaust (Once Through System)
Kelebihan:
- lebih aman untuk bahan kimia dan proses kritikal
- kontaminan cepat dibuang
Kekurangan:
- boros energi karena banyak udara baru yang harus didinginkan/dikondisikan
Bagaimana Cleanroom Menjaga Udara Luar Tidak Masuk?
Ini dilakukan melalui differential pressure (beda tekanan).
Positive Pressure (Tekanan Positif)
Paling umum untuk cleanroom produksi steril/higienis.
Prinsipnya:
- tekanan di cleanroom lebih tinggi dari luar
- saat pintu terbuka, udara bersih keluar
- udara luar yang kotor tidak masuk
Negative Pressure (Tekanan Negatif)
Biasanya untuk:
- ruang isolasi
- ruang bahan berbahaya
- proses yang harus dicegah agar tidak menyebar keluar
Prinsipnya:
- tekanan ruangan lebih rendah
- udara dari luar masuk ke ruangan
- kontaminan tidak keluar ke area lain
Airflow Cleanroom: Kenapa Tidak Bisa Asal?
Sistem aliran udara cleanroom harus dihitung berdasarkan:
- volume ruangan
- kebutuhan kelas ISO (ISO 5, 6, 7, 8)
- jumlah orang yang bekerja
- beban panas mesin
- proses produksi
- target ACH (Air Changes per Hour)
ACH (Air Changes per Hour) Itu Apa?
ACH adalah berapa kali udara di ruangan diganti per jam.
Semakin tinggi ISO Class (semakin bersih), biasanya ACH makin tinggi.
Jika ACH terlalu rendah:
- partikel menumpuk
- cleanroom gagal particle count
- kualitas produk menurun
Kesalahan Umum Jalur Udara Cleanroom
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
1) Supply dan Return Tidak Seimbang
Akibatnya:
- tekanan tidak stabil
- pintu susah dibuka/tertutup
- aliran udara kacau
2) Return Diletakkan di Atas
Akibatnya:
- partikel tidak terdorong keluar
- udara kotor berputar di area kerja
3) HEPA Dipasang Tapi Tidak Ada Commissioning
Cleanroom harus diuji:
- particle count
- DOP/PAO test
- airflow velocity
- tekanan antar ruangan
Tanpa uji, cleanroom hanya “terlihat cleanroom”.
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera sebagai Penyedia Jasa Cleanroom
Karena jalur udara cleanroom melibatkan perhitungan teknis dan standar tertentu, desain HVAC cleanroom tidak bisa disamakan dengan AC gedung biasa.
Agar cleanroom benar-benar berfungsi sesuai target ISO/GMP, dibutuhkan tim yang menguasai:
- desain supply-return-exhaust
- perhitungan ACH
- pemilihan AHU, ducting, HEPA box/FFU
- balancing airflow & pressure
- instalasi panel cleanroom yang rapat (anti bocor)
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera dapat menjadi partner penyedia jasa cleanroom untuk perencanaan hingga instalasi, termasuk sistem HVAC cleanroom, ducting, filtrasi HEPA, serta pengaturan tekanan ruangan agar airflow sesuai standar.
Dengan sistem yang tepat, cleanroom tidak hanya rapi secara tampilan, tapi juga terukur performanya dan siap untuk kebutuhan audit maupun produksi harian.
Kesimpulan
Jadi, udara di cleanroom masuk dari mana dan keluarnya ke mana?
- Udara masuk dari AHU → melalui ducting supply → melewati HEPA/FFU → keluar dari ceiling supply
- Udara keluar melalui return grille (umumnya di bawah) untuk disirkulasikan ulang
- Sebagian udara dibuang melalui exhaust untuk menjaga kualitas udara dan kontrol kontaminasi
- Semua jalur ini dikontrol oleh airflow + tekanan ruangan agar udara luar tidak masuk
Cleanroom yang bagus adalah cleanroom yang aliran udaranya benar, bukan hanya ruangan putih tertutup.
