Standar Desain Laminar Air Flow Sesuai ISO dan GMP

Standar Desain Laminar Air Flow Sesuai ISO dan GMP

Standar Desain Laminar Air Flow Sesuai ISO dan GMP untuk Lingkungan Steril

Dalam dunia laboratorium, Laminar Air Flow (LAF) adalah salah satu alat paling penting untuk memastikan area kerja tetap steril dan bebas dari partikel kontaminan. Namun, agar alat ini benar-benar berfungsi optimal, proses perancangannya harus mengikuti standar internasional, seperti ISO 14644-1 dan Good Manufacturing Practice (GMP).

Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai standar desain Laminar Air Flow, material yang digunakan, serta bagaimana PT. Rajasa Wirastika Sejahtera memastikan setiap unit yang dibuat sesuai dengan standar tersebut.

Mengapa Standar Desain Laminar Air Flow Itu Penting?

Desain yang sesuai standar tidak hanya menentukan efisiensi aliran udara, tetapi juga memengaruhi:

  • Tingkat kebersihan udara di area kerja
  • Umur panjang filter HEPA dan blower
  • Perlindungan terhadap sampel dan operator
  • Kesesuaian alat dengan audit ISO dan GMP

Laminar Air Flow yang tidak memenuhi standar berisiko:

  • Menimbulkan turbulensi udara yang bisa menyebabkan kontaminasi silang
  • Mengurangi efektivitas filtrasi HEPA
  • Tidak lolos validasi kalibrasi laboratorium

👉 Baca juga: Perbedaan Laminar Air Flow Horizontal dan Vertikal: Mana yang Tepat untuk Anda?

Standar Internasional yang Digunakan dalam Desain Laminar Air Flow

  1. ISO 14644-1: Cleanroom and Controlled Environments

ISO 14644-1 adalah acuan utama dalam menentukan kelas kebersihan udara di ruang steril, termasuk area kerja Laminar Air Flow. Standar ini mengatur jumlah partikel maksimum yang diizinkan per meter kubik udara.

Kelas ISO Ukuran Partikel (≥0.5 μm) Jumlah Partikel Maksimal/m³
ISO Class 5 3,520
ISO Class 6 35,200
ISO Class 7 352,000
ISO Class 8 3,520,000

Sebagian besar Laminar Air Flow untuk laboratorium bekerja pada ISO Class 5 – 7, tergantung kebutuhan pengguna.

  1. GMP (Good Manufacturing Practice)

Dalam industri farmasi dan bioteknologi, sistem Laminar Air Flow harus mengikuti pedoman GMP untuk menjamin:

  • Produk tidak terkontaminasi selama proses produksi
  • Area kerja memiliki alur udara positif untuk mencegah udara kotor masuk
  • Pembersihan dan perawatan alat dilakukan secara rutin dan terdokumentasi

GMP juga mengatur desain material agar:

  • Mudah dibersihkan
  • Tidak korosif
  • Tidak menimbulkan partikel atau serpihan
  1. ASHRAE 170 & 110

Standar tambahan ini sering digunakan untuk sistem HVAC dan pengujian performa Laminar Air Flow:

  • ASHRAE 170: Panduan ventilasi untuk fasilitas kesehatan dan laboratorium.
  • ASHRAE 110: Standar pengujian kebocoran udara dan efisiensi hisap.

Komponen dan Material Standar Laminar Air Flow

Agar memenuhi persyaratan ISO & GMP, setiap bagian Laminar Air Flow harus dirancang menggunakan material tahan korosi, mudah dibersihkan, dan bebas partikel. Berikut komponen utama dan spesifikasinya:

Komponen Spesifikasi & Standar
Body / Struktur Stainless Steel SUS 304, anti karat, non-porous
Meja Kerja Stainless steel perforated, atau tempered glass
HEPA Filter H14, efisiensi 99.995% @ 0.3 ÎĽm (EN 1822 standard)
Pre-Filter EU4–EU7 untuk menangkap debu besar
Blower Fan EC/AC centrifugal fan, low vibration, speed control
Lighting LED low-heat, minimal emisi panas
Electrical System Dilengkapi interlock dan kontrol kecepatan aliran udara
Noise Level ≤65 dBA sesuai ISO 14644 & OSHA

👉 Pelajari juga: Fungsi Laminar Air Flow untuk Menjaga Kebersihan Udara di Laboratorium

Parameter Desain Teknis Berdasarkan Standar

  1. Kecepatan Aliran Udara (Air Velocity)
  • Ideal: 0.3 – 0.45 m/s (±20%)
  • Aliran udara harus seragam (laminar) di seluruh permukaan kerja
  • Diuji menggunakan Smoke Test untuk memastikan arah aliran stabil
  1. Tekanan Udara Positif
  • Area kerja harus memiliki tekanan positif dibanding sekitarnya
  • Mencegah udara luar masuk ke ruang steril
  1. Distribusi Aliran Udara
  • Harus menunjukkan pola aliran seragam tanpa turbulensi
  • Diperiksa menggunakan Airflow Visualization Test
  1. Pencahayaan dan Kebisingan
  • Pencahayaan minimum 750 lux
  • Kebisingan maksimal ≤65 dBA

Uji Performa dan Validasi Laminar Air Flow

Sebelum digunakan, setiap unit Laminar Air Flow wajib melalui serangkaian uji performa untuk memastikan alat bekerja sesuai standar:

Jenis Uji Tujuan Pengujian
HEPA Filter Integrity Test Memastikan tidak ada kebocoran udara
Air Velocity Test Memeriksa keseragaman aliran udara
Smoke Visualization Test Memastikan arah aliran laminar
Particle Count Test Menentukan kelas kebersihan udara
Noise & Light Test Menilai kenyamanan dan keamanan kerja

Rajasa Wirastika Sejahtera melaksanakan seluruh tahap ini sebelum unit diserahkan ke klien.

Desain Ergonomis dan Keselamatan Operator

Selain memenuhi standar kebersihan, desain ergonomis juga menjadi bagian penting dalam standar LAF:

  • Ketinggian meja kerja: 850–900 mm (ergonomis untuk posisi duduk atau berdiri)
  • Sudut radius: Didesain melengkung untuk mencegah debu menumpuk
  • Panel kontrol digital: Menampilkan kecepatan udara, jam operasi, dan peringatan filter

👉 Lihat juga: Jasa Pembuatan Laminar Air Flow Profesional untuk Laboratorium & Cleanroom

Implementasi Standar oleh PT. Rajasa Wirastika Sejahtera

Sebagai perusahaan yang berpengalaman di bidang HVAC dan cleanroom, PT. Rajasa Wirastika Sejahtera menerapkan seluruh standar di atas dalam proses pembuatan Laminar Air Flow.

Langkah Implementasi Standar:

  1. Konsultasi & Survey Lokasi
    Analisis kebutuhan ruang, klasifikasi ISO, dan tata letak laboratorium.
  2. Desain 3D & Approval
    Desain disesuaikan dengan kebutuhan klien dan divalidasi berdasarkan ISO 14644 & GMP.
  3. Pembuatan & Instalasi
    Unit diproduksi dengan material stainless steel berkualitas tinggi, diuji performanya sebelum pengiriman.
  4. Uji Kalibrasi & Dokumentasi
    Setiap unit dilengkapi sertifikat uji performa dan manual maintenance.

Kesimpulan

Desain Laminar Air Flow yang memenuhi standar ISO 14644 dan GMP merupakan fondasi penting untuk menjaga sterilitas laboratorium dan efisiensi kerja. Standar tersebut mengatur tidak hanya performa udara, tetapi juga material, ergonomi, dan sistem pengujian.

Bagi Anda yang membutuhkan jasa pembuatan Laminar Air Flow profesional, pastikan memilih mitra yang memahami standar internasional. PT. Rajasa Wirastika Sejahtera hadir sebagai solusi tepat — menggabungkan desain presisi, material berkualitas, dan pengalaman teknis dalam satu layanan terpadu.

đź”— Internal Linking Rekomendasi

  • Jasa Pembuatan Laminar Air Flow Profesional untuk Laboratorium & Cleanroom (artikel pilar)
  • Pengertian dan Cara Kerja Laminar Air Flow di Laboratorium
  • Fungsi Laminar Air Flow untuk Menjaga Kebersihan Udara di Laboratorium
  • Perbedaan Laminar Air Flow Horizontal dan Vertikal
  • Estimasi Biaya Pembuatan Laminar Air Flow Terbaru
  • Tips Perawatan dan Kalibrasi Laminar Air Flow agar Tetap Efisien