Standar Desain Cleanroom ISO 7 dan ISO 8

Standar Desain Cleanroom ISO 7 dan ISO 8: Panduan Lengkap untuk Industri Modern

Standar Desain Cleanroom ISO 7 dan ISO 8: Panduan Lengkap untuk Industri Modern

Dalam dunia manufaktur modern, kebersihan lingkungan produksi menjadi faktor penentu kualitas dan keamanan produk. Di sinilah cleanroom berperan penting. Cleanroom adalah ruang dengan kontrol ketat terhadap partikel udara, suhu, kelembapan, dan tekanan. Untuk memastikan kualitasnya, desain cleanroom harus mengikuti standar internasional seperti ISO 14644-1, yang mengelompokkan tingkat kebersihan menjadi kelas ISO 1 hingga ISO 9.

Di antara berbagai klasifikasi tersebut, ISO 7 dan ISO 8 adalah dua kelas yang paling banyak digunakan, terutama untuk industri farmasi, makanan, dan elektronik. Artikel ini akan membahas secara lengkap standar desain cleanroom ISO 7 & ISO 8, serta bagaimana PT. Rajasa Wirastika Sejahtera membantu membangunnya dengan tepat dan efisien.

Apa Itu Cleanroom ISO 7 dan ISO 8?

Kelas ISO 7 dan ISO 8 mengacu pada jumlah maksimum partikel yang diizinkan di udara dalam setiap meter kubik ruang. Semakin rendah kelas ISO, semakin bersih udara di ruangan tersebut.

Kelas Cleanroom (ISO) Ukuran Partikel ≥ 0.5 μm Jumlah Maksimal Partikel/m³
ISO 7 352.000 ± 3,5 × 10⁵
ISO 8 3.520.000 ± 3,5 × 10⁶

➡️ Artinya:
Cleanroom ISO 7 jauh lebih bersih dibandingkan ISO 8 karena memiliki batas partikel yang lebih rendah.

Karakteristik Umum Cleanroom ISO 7 dan ISO 8

1. Sistem Filtrasi Udara

Kedua kelas cleanroom wajib menggunakan HEPA Filter (High Efficiency Particulate Air) dengan efisiensi 99,97% untuk menangkap partikel ≥ 0,3 mikron. Untuk ISO 7, sistem udara biasanya menggunakan laminar flow (air mengalir searah), sementara ISO 8 umumnya memakai turbulent flow.

2. Tekanan Udara Positif

Cleanroom ISO 7 dan 8 menggunakan positive pressure system untuk mencegah udara kotor dari luar masuk ke dalam ruangan bersih. Perbedaan tekanan antar zona harus dipertahankan pada kisaran +10 hingga +15 Pascal.

3. Material Dinding dan Lantai

Material harus non-porous, mudah dibersihkan, dan tahan bahan kimia. Contoh material yang umum digunakan:

  • Dinding: sandwich panel, aluminium composite, PVC curtain (untuk softwall)
  • Lantai: epoxy coating atau vinyl sheet anti-statis
  • Langit-langit: ceiling aluminium perforated

4. Sistem Pencahayaan

Tingkat pencahayaan ideal:

  • ISO 7: 500–750 lux
  • ISO 8: 300–500 lux
    Lampu harus memiliki casing kedap udara untuk mencegah akumulasi debu.

5. Kontrol Suhu dan Kelembapan

  • Suhu ideal: 20–24°C
  • Kelembapan relatif: 45–60% RH
    Keduanya dikontrol oleh sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang dilengkapi sensor otomatis.

Persyaratan Desain Ruang Cleanroom ISO 7 dan ISO 8

1. Alur Personel dan Material

Agar kontaminasi dapat diminimalkan, desain cleanroom harus memiliki:

  • Air shower untuk personel masuk,
  • Pass box untuk perpindahan material,
  • Gowning area untuk pergantian pakaian,
  • Zona transisi antara ruang bersih dan ruang umum.

2. Zoning Ruangan

Zonasi penting untuk mengontrol tekanan udara dan arah aliran partikel. Umumnya terdiri dari:

  • Area bersih utama (ISO 7/8)
  • Area penyangga (ISO 8/9)
  • Area tidak bersih (ruang utilitas dan penyimpanan)

3. Sistem Ventilasi & Airflow

Untuk ISO 7, diperlukan minimal 60–90 kali pergantian udara per jam (air changes/hour),
sedangkan ISO 8 membutuhkan 20–40 kali per jam. Perhitungan ini bergantung pada ukuran ruangan, beban partikel, dan jumlah pekerja.

Aplikasi Industri yang Menggunakan Cleanroom ISO 7 dan ISO 8

1. Industri Farmasi dan Bioteknologi

Cleanroom ISO 7 digunakan pada proses formulasi, pengisian, dan pengemasan steril. ISO 8 digunakan untuk area pendukung seperti ruang penimbangan bahan dan penyimpanan.

2. Industri Elektronik dan Semikonduktor

Untuk mencegah kerusakan akibat debu mikro, banyak pabrik elektronik menggunakan ISO 7 untuk perakitan chip, sensor, dan PCB.

3. Industri Makanan dan Minuman

ISO 8 cleanroom digunakan untuk proses pengemasan aseptik, menjaga produk dari kontaminasi mikroba.

4. Laboratorium Penelitian dan R&D

Softwall cleanroom dengan standar ISO 8 sering dipakai untuk pengujian produk, eksperimen bioteknologi, dan laboratorium universitas.

(📎 Baca juga: Fungsi Softwall Cleanroom dan Aplikasinya di Industri Modern)

Penerapan Standar ISO 14644 dalam Pembuatan Cleanroom

Standar ISO 14644-1 hingga ISO 14644-5 memberikan panduan teknis untuk desain, pembangunan, dan validasi cleanroom. Beberapa poin penting:

  • ISO 14644-1: Klasifikasi kebersihan udara berdasarkan konsentrasi partikel.
  • ISO 14644-2: Pengujian dan verifikasi performa.
  • ISO 14644-3: Metode pengukuran (airflow, HEPA test, recovery rate).
  • ISO 14644-4: Pedoman desain dan konstruksi.
  • ISO 14644-5: Operasional dan prosedur kebersihan.

Kepatuhan terhadap standar ini memastikan cleanroom beroperasi dengan aman dan efisien sesuai regulasi.

PT. Rajasa Wirastika Sejahtera – Spesialis Pembuatan Cleanroom ISO 7 dan ISO 8

Sebagai perusahaan dengan pengalaman luas di bidang sistem cleanroom, PT. Rajasa Wirastika Sejahtera menyediakan layanan perancangan, pembangunan, dan validasi cleanroom ISO 7 & ISO 8 sesuai standar.

Layanan Utama:

  • Desain layout dan zoning cleanroom
  • Instalasi sistem HVAC dan filtrasi udara
  • Pembuatan dinding modular softwall & hardwall
  • Pemasangan air shower, pass box, dan panel sandwich
  • Pengujian validasi (partikel, HEPA, airflow, tekanan)

Keunggulan PT. Rajasa Wirastika Sejahtera

  • ✅ Pengalaman di sektor farmasi, rumah sakit, dan manufaktur
  • ✅ Desain efisien dengan biaya kompetitif
  • ✅ Penerapan standar
  • ✅ Tim teknisi ahli dan layanan purna jual

Dengan pendekatan modular dan efisien, perusahaan ini mampu menghadirkan softwall cleanroom kelas ISO 8 hingga ISO 7 yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

(📎 Pelajari juga: Jasa Pembuatan Softwall Cleanroom – PT. Rajasa Wirastika Sejahtera)

Kesimpulan – Pastikan Desain Cleanroom Sesuai Standar ISO

Cleanroom ISO 7 dan ISO 8 memiliki perbedaan signifikan dari segi jumlah partikel, sistem udara, dan desain struktural. Pemilihan standar yang tepat akan memengaruhi kualitas hasil produksi, efisiensi kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi industri.

Jika Anda berencana membangun cleanroom untuk fasilitas laboratorium, farmasi, atau produksi elektronik, pastikan desainnya sesuai standar. Dengan dukungan teknis dari PT. Rajasa Wirastika Sejahtera, Anda dapat memiliki cleanroom yang bersih, efisien, dan terverifikasi, baik untuk softwall maupun hardwall cleanroom.

🔗 Internal Linking Rekomendasi:

  1. Jasa Pembuatan Softwall Cleanroom – PT. Rajasa Wirastika Sejahtera
  2. Perbedaan Softwall dan Hardwall Cleanroom: Pilih yang Tepat untuk Kebutuhan Industri Anda
  3. Fungsi Softwall Cleanroom dan Aplikasinya di Industri Modern
  4. Harga dan Estimasi Biaya Pembuatan Softwall Cleanroom