
Standar Desain Biological Safety Cabinet (BSC) Sesuai ISO dan BSL
Dalam dunia laboratorium, keselamatan dan sterilisasi adalah prioritas utama. Salah satu perangkat vital yang berperan dalam menjaga keamanan tersebut adalah Biological Safety Cabinet (BSC). Namun, tidak cukup hanya memiliki BSC — desainnya harus memenuhi standar internasional, seperti ISO 14644, EN 12469, dan BSL (Biosafety Level) agar fungsinya berjalan optimal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai standar desain BSC, kaitannya dengan sistem ISO dan BSL, serta mengapa penting bagi laboratorium Anda untuk menggunakan jasa pembuatan BSC.
Apa Itu Biological Safety Cabinet (BSC)?
Biological Safety Cabinet (BSC) adalah alat laboratorium yang berfungsi menciptakan area kerja steril dengan sistem aliran udara bertekanan negatif dan filtrasi HEPA filter, yang melindungi:
- Operator dari bahan berbahaya,
- Sampel dari kontaminasi silang, dan
- Lingkungan dari penyebaran patogen.
BSC bukan hanya sekadar meja kerja, melainkan sistem keamanan yang dirancang berdasarkan standar teknis internasional agar dapat digunakan secara aman dalam berbagai tingkat laboratorium biologi.
🔗 Baca juga: Pengertian dan Fungsi Biological Safety Cabinet (BSC) di Laboratorium
Pentingnya Standar Desain dalam Pembuatan BSC
BSC yang tidak sesuai standar bisa membahayakan keselamatan kerja, menyebabkan kontaminasi, dan bahkan gagal memenuhi persyaratan audit atau akreditasi laboratorium. Oleh karena itu, desain dan konstruksi BSC wajib mengikuti panduan resmi yang telah diakui secara global, di antaranya:
- ISO 14644: Standar kebersihan udara dalam cleanroom.
- EN 12469: Standar kinerja dan keamanan BSC.
- NSF/ANSI 49: Standar desain dan pengujian BSC di Amerika.
- BSL (Biosafety Level): Standar klasifikasi laboratorium berdasarkan risiko biologis.
Setiap standar tersebut memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan keamanan Biological Safety Cabinet.
Standar ISO yang Berlaku untuk Desain BSC
1. ISO 14644 – Standar Kebersihan Udara
ISO 14644 merupakan acuan utama dalam menentukan kelas kebersihan udara pada ruang bersih (cleanroom) dan area kerja steril seperti BSC. Standar ini mengatur tentang:
- Jumlah partikel di udara per meter kubik,
- Tekanan udara dan arah aliran,
- Filtrasi HEPA dan ULPA,
- Pemeliharaan sistem ventilasi.
Semakin rendah kelas ISO (misalnya ISO Class 5), maka semakin tinggi tingkat kebersihannya.
BSC yang dibuat sesuai ISO 14644 mampu menjaga kestabilan aliran udara laminar flow dan mencegah masuknya partikel kontaminan dari luar.
2. ISO 9001 – Sistem Manajemen Mutu Produksi
Selain kebersihan udara, ISO 9001 memastikan bahwa proses produksi BSC dilakukan dengan sistem manajemen mutu yang konsisten. Artinya, setiap tahap desain, fabrikasi, hingga pengujian dilakukan dengan kontrol kualitas yang terstandarisasi, memastikan hasil akhir aman, andal, dan sesuai spesifikasi teknis.
Standar BSL (Biosafety Level) dalam Desain BSC
Selain ISO, desain Biological Safety Cabinet juga harus disesuaikan dengan tingkat risiko biologis yang ditangani oleh laboratorium. Inilah yang disebut dengan Biosafety Level (BSL) — sistem klasifikasi yang membagi laboratorium menjadi empat tingkat keamanan biologis.
1. BSL-1 – Risiko Rendah
Cocok untuk penelitian mikroorganisme yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia. BSC pada level ini tidak selalu wajib, tetapi disarankan untuk menjaga kebersihan sampel.
2. BSL-2 – Risiko Menengah
Digunakan untuk penelitian mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi ringan. Wajib menggunakan BSC Class II, dengan filtrasi HEPA dan sistem udara sirkulasi sebagian. Contoh: penelitian bakteri patogen ringan, pengujian klinis, dan bioteknologi dasar.
3. BSL-3 – Risiko Tinggi
Menangani mikroorganisme berbahaya yang dapat ditularkan melalui udara. Wajib menggunakan BSC Class II atau Class III, dengan sistem tekanan negatif, ventilasi khusus, dan exhaust langsung ke luar setelah disaring.
4. BSL-4 – Risiko Sangat Tinggi
Tingkat tertinggi, digunakan untuk penelitian virus atau mikroorganisme yang belum ada pengobatannya. BSC yang digunakan adalah Class III (glove box cabinet), sepenuhnya tertutup dan dioperasikan melalui sarung tangan tetap.
Elemen Penting dalam Standar Desain BSC
Agar memenuhi standar ISO dan BSL, desain BSC harus mempertimbangkan beberapa elemen utama berikut:
- Sistem Airflow (Laminar & Turbulent Control)
Aliran udara harus seragam untuk mencegah turbulensi yang bisa menimbulkan kontaminasi silang. - HEPA/ULPA Filter Berkualitas Tinggi
Menyaring partikel hingga ukuran 0,3 mikron dengan efisiensi 99,97%. - Tekanan Negatif & Exhaust System
Mencegah udara dalam kabinet keluar tanpa melalui filtrasi. - Material dan Finishing Anti-Korosi
Umumnya menggunakan stainless steel SUS 304 atau 316L, agar tahan bahan kimia dan mudah dibersihkan. - Desain Ergonomis dan Aman
Menjamin kenyamanan operator serta meminimalkan kelelahan kerja jangka panjang. - Sertifikasi Kinerja dan Kalibrasi
Setiap unit BSC wajib melalui uji kinerja (performance test) sebelum digunakan, meliputi pengujian airflow, integritas filter, dan kebocoran udara.
Peran Jasa Pembuatan BSC Profesional dalam Penerapan Standar
Mengaplikasikan semua standar ISO dan BSL dalam pembuatan BSC bukan hal mudah. Dibutuhkan pengalaman teknis, pemahaman regulasi, serta kemampuan desain engineering yang tepat. Di sinilah pentingnya memilih jasa pembuatan BSC yang mampu merancang, memproduksi, dan menginstal BSC sesuai standar internasional.
🔗 Baca juga: Proses Pembuatan BSC Secara Profesional
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera – Spesialis Pembuatan BSC Sesuai ISO dan BSL
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang engineering laboratorium dan cleanroom,
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera telah berpengalaman dalam pembuatan Biological Safety Cabinet (BSC) yang memenuhi standar ISO 14644 dan BSL.
Perusahaan ini menawarkan layanan lengkap mulai dari:
- Desain dan fabrikasi BSC Class I, II, III
- Instalasi sistem airflow dan filtrasi HEPA
- Kalibrasi dan sertifikasi performa
- Konsultasi desain laboratorium sesuai BSL
Kesimpulan
Standar ISO dan BSL bukan sekadar dokumen teknis, melainkan fondasi utama untuk menjamin keselamatan kerja dan akurasi hasil penelitian. Desain BSC yang mengikuti panduan tersebut akan memastikan:
- Perlindungan maksimal bagi operator, sampel, dan lingkungan
- Kepatuhan terhadap regulasi laboratorium internasional
- Reputasi laboratorium yang lebih profesional dan kredibel
Dengan bekerja sama bersama PT. Rajasa Wirastika Sejahtera, Anda dapat memastikan bahwa setiap BSC yang diproduksi telah memenuhi standar dan siap mendukung kegiatan penelitian berisiko tinggi dengan aman.
🔗 Internal Linking Rekomendasi:
- Jasa Pembuatan Biological Safety Cabinet Profesional
- Jenis dan Kelas BSC serta Kegunaannya
- Proses Pembuatan BSC Secara Profesional
- Tips Perawatan dan Kalibrasi BSC
- Harga dan Estimasi Biaya Pembuatan BSC

6 Comments on “Standar Desain Biological Safety Cabinet (BSC)”