
Kalibrasi Magnehelic untuk Cleanroom GMP: Menjaga Akurasi Tekanan dan Kepatuhan Standar
Dalam industri farmasi, makanan, elektronik, dan fasilitas kesehatan, cleanroom bukan sekadar ruangan bersih—melainkan lingkungan yang harus terkontrol secara ketat sesuai standar GMP (Good Manufacturing Practice). Salah satu parameter paling krusial dalam cleanroom adalah tekanan diferensial antar ruangan, yang dipantau menggunakan alat bernama Magnehelic Differential Pressure Gauge.
Namun, alat ini tidak cukup hanya dipasang. Tanpa kalibrasi berkala, pembacaan tekanan bisa melenceng dan berisiko menyebabkan kegagalan audit, kontaminasi produk, bahkan shutdown operasional. Karena itu, kalibrasi Magnehelic menjadi bagian vital dalam sistem manajemen cleanroom.
Mengapa Kalibrasi Magnehelic Sangat Penting di Cleanroom GMP?
Standar GMP mensyaratkan bahwa setiap alat ukur yang memengaruhi kualitas produk harus:
- Akurat
- Tertelusur (traceable)
- Diverifikasi secara berkala
- Terdokumentasi dengan baik
Magnehelic berfungsi memastikan adanya pressure cascade atau aliran udara dari area paling bersih ke area kurang bersih. Jika alat ini tidak akurat, maka:
- Tekanan ruangan bisa tidak sesuai desain
- Kontaminasi silang berisiko terjadi
- HEPA filter tidak termonitor dengan benar
- Audit GMP dapat menemukan deviation
- Produk berpotensi ditolak (batch rejection)
Dengan kata lain, kalibrasi bukan sekadar maintenance—melainkan bagian dari quality assurance system.
Fungsi Magnehelic dalam Sistem Cleanroom
Sebelum memahami proses kalibrasi, penting mengetahui peran Magnehelic dalam operasional cleanroom:
1. Memastikan Tekanan Positif atau Negatif Stabil
Cleanroom farmasi biasanya menggunakan tekanan positif untuk mencegah partikel dari luar masuk.
2. Mengontrol Airflow Antar Area
Perbedaan tekanan (misalnya +15 Pa, +10 Pa, +5 Pa) memastikan udara mengalir sesuai desain.
3. Monitoring Performa HEPA Filter
Filter yang mulai kotor akan menyebabkan perubahan pressure drop yang terbaca pada Magnehelic.
4. Indikator Awal Gangguan HVAC
Jika terjadi kebocoran ducting atau kerusakan fan, perubahan tekanan akan langsung terlihat.
Karena fungsinya sangat kritis, akurasi alat ini wajib dijaga melalui kalibrasi rutin.
Standar GMP Terkait Kalibrasi Differential Pressure Gauge
Dalam praktik GMP dan ISO cleanroom, alat ukur tekanan harus memenuhi prinsip:
- Calibration Traceable ke standar nasional/internasional
- Scheduled Calibration (biasanya 6–12 bulan)
- Documented Evidence untuk audit
- Label Status Kalibrasi pada alat
- Risk-Based Calibration Interval
Auditor akan memeriksa:
- Sertifikat kalibrasi
- Metode kalibrasi
- Deviasi hasil pengukuran
- Status validasi alat
- Tanpa dokumentasi ini, fasilitas dapat dianggap tidak compliant.
Proses Kalibrasi Magnehelic yang Benar
Kalibrasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada prosedur teknis yang harus diikuti agar hasil valid.
Persiapan Sebelum Kalibrasi
Beberapa langkah awal meliputi:
- Pemeriksaan visual alat
- Cek koneksi tubing tekanan
- Pastikan tidak ada kebocoran
- Stabilkan kondisi HVAC
- Gunakan alat referensi terkalibrasi
Lingkungan harus dalam kondisi steady agar pembacaan tidak bias.
Metode Kalibrasi Menggunakan Pressure Calibrator
Langkah umum dalam kalibrasi Magnehelic:
- Lepaskan koneksi dari sistem cleanroom
- Hubungkan Magnehelic ke pressure calibrator standar
- Berikan tekanan bertahap sesuai range alat
- Bandingkan pembacaan alat dengan referensi
- Catat deviasi pada setiap titik uji
- Lakukan adjustment jika diperlukan
- Verifikasi ulang setelah penyetelan
Biasanya dilakukan pada 5 titik pengujian:
- 0%
- 25%
- 50%
- 75%
- 100% dari skala alat
Toleransi Error yang Diizinkan
Untuk aplikasi cleanroom GMP, toleransi umumnya:
- ±2% Full Scale untuk aplikasi standar
- Lebih ketat pada area kritis seperti filling room
Jika hasil melewati batas toleransi, alat harus:
- Disetel ulang
- Diperbaiki
- Atau diganti
Frekuensi Kalibrasi yang Direkomendasikan
Banyak fasilitas bertanya: “Seberapa sering Magnehelic harus dikalibrasi?”
Jawabannya tergantung pada:
- Tingkat kritikal area
- Frekuensi penggunaan
- Hasil trend kalibrasi sebelumnya
- Kebijakan QA perusahaan
Namun praktik terbaik industri adalah:
| Area Cleanroom | Interval Kalibrasi |
|---|---|
| Area produksi aseptik | 6 bulan |
| Area packaging | 6–12 bulan |
| Gudang terkendali | 12 bulan |
| Rumah sakit | 12 bulan |
Jika alat menunjukkan drift, interval harus dipersingkat.
Dampak Jika Magnehelic Tidak Dikalibrasi
Mengabaikan kalibrasi dapat menyebabkan konsekuensi serius:
Risiko Kualitas Produk
Tekanan tidak sesuai → partikel masuk → kontaminasi.
Risiko Audit GMP
Temuan audit bisa berupa:
- Major deviation
- Warning letter
- Re-validation sistem
Risiko Operasional
Kesalahan pembacaan dapat membuat teknisi:
- Salah mengatur airflow
- Salah mengganti filter
- Salah mendiagnosa masalah HVAC
Hubungan Kalibrasi dengan Validasi Cleanroom
Kalibrasi Magnehelic berkaitan langsung dengan:
- Cleanroom Qualification (IQ/OQ/PQ)
- Airflow Visualization Test
- HEPA Integrity Test
- Environmental Monitoring
Tanpa alat ukur yang akurat, seluruh proses validasi menjadi tidak valid.
Tanda-Tanda Magnehelic Sudah Harus Dikalibrasi
Beberapa indikator umum:
- Jarum tidak kembali ke nol
- Pembacaan tidak stabil
- Perbedaan antar alat terlalu besar
- Setelah penggantian HEPA filter
- Setelah perbaikan HVAC
- Sudah melewati due date kalibrasi
Jika salah satu terjadi, kalibrasi harus segera dilakukan.
Dokumentasi yang Harus Ada Setelah Kalibrasi
Untuk memenuhi standar GMP, hasil kalibrasi harus dilengkapi:
- Sertifikat kalibrasi resmi
- Data pengujian lengkap
- Traceability ke standar nasional
- Label status kalibrasi
- Rekomendasi interval berikutnya
Dokumen ini akan menjadi bagian penting saat audit regulator.
Memilih Jasa Kalibrasi yang Tepat
Kalibrasi cleanroom tidak bisa disamakan dengan kalibrasi alat industri biasa. Penyedia jasa harus memahami:
- Sistem HVAC cleanroom
- Konsep pressure cascade
- Persyaratan GMP
- Dokumentasi audit-ready
- Metode kalibrasi non-kontaminatif
Kesalahan prosedur justru bisa merusak kondisi cleanroom.
Solusi Profesional untuk Instalasi dan Kalibrasi Magnehelic
Untuk memastikan sistem monitoring tekanan berjalan akurat dan sesuai regulasi, diperlukan tim teknis yang berpengalaman dalam:
- Instalasi Magnehelic sesuai desain cleanroom
- Pengujian tekanan diferensial
- Kalibrasi menggunakan alat standar tersertifikasi
- Dokumentasi lengkap untuk kebutuhan audit
- Evaluasi performa sistem HVAC dan HEPA filter
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera hadir sebagai mitra teknis yang menyediakan layanan instalasi, pengujian, serta kalibrasi Magnehelic untuk berbagai kebutuhan industri seperti farmasi, laboratorium, rumah sakit, hingga fasilitas manufaktur berstandar cleanroom. Pendekatan yang dilakukan berfokus pada akurasi pengukuran, kepatuhan regulasi, serta keandalan operasional jangka panjang.
Kesimpulan
Kalibrasi Magnehelic untuk cleanroom GMP bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi bagian dari sistem jaminan mutu yang melindungi produk, proses, dan reputasi perusahaan. Alat ukur tekanan yang akurat memastikan:
- Tekanan ruangan tetap sesuai desain
- Kontaminasi dapat dicegah
- Sistem HVAC bekerja optimal
- Audit GMP dapat dilalui tanpa temuan
- Operasional berjalan aman dan stabil
Melakukan kalibrasi secara berkala dengan metode yang benar adalah investasi penting untuk menjaga integritas cleanroom dan kualitas produksi.
