Panduan Memilih Range Magnehelic yang Tepat

Panduan Memilih Range Magnehelic yang Tepat

Panduan Memilih Range Magnehelic yang Tepat untuk Cleanroom dan HVAC

Salah satu kesalahan paling umum saat menggunakan Magnehelic Differential Pressure Gauge adalah memilih range tekanan yang tidak sesuai aplikasi. Banyak pengguna mengira semua Magnehelic sama, padahal pemilihan range sangat menentukan akurasi pembacaan.

Jika range terlalu besar, perubahan kecil tidak akan terbaca.
Jika terlalu kecil, alat bisa over-range dan cepat rusak.

Karena itu, memahami cara memilih range Magnehelic adalah langkah penting dalam memastikan monitoring tekanan cleanroom, HVAC, maupun sistem filtrasi berjalan optimal.

Apa Itu “Range” pada Magnehelic?

Range adalah batas pengukuran tekanan minimum hingga maksimum yang dapat dibaca oleh alat.

Contoh:

  • 0–30 Pa → cocok untuk cleanroom sensitif
  • 0–250 Pa → cocok untuk filter monitoring
  • 0–500 Pa → cocok untuk ducting HVAC

Range menentukan seberapa sensitif alat terhadap perubahan tekanan udara.

Mengapa Pemilihan Range Sangat Penting?

Dalam sistem tata udara, tekanan yang diukur seringkali sangat kecil.
Cleanroom, misalnya, hanya membutuhkan selisih 10–20 Pascal untuk menjaga sterilitas.

Jika menggunakan alat dengan range terlalu besar, misalnya 0–1000 Pa:
➡ Perubahan 5–10 Pa tidak akan terlihat jelas.
➡ Operator tidak menyadari adanya gangguan tekanan.

Akibatnya:

  • Risiko kontaminasi meningkat
  • Sistem HVAC bekerja tidak seimbang
  • Audit GMP bisa gagal

Prinsip Dasar Menentukan Range Magnehelic

Gunakan aturan umum berikut:

Nilai tekanan kerja ideal berada di 25%–75% dari skala alat.

Mengapa?

  • Jarum lebih mudah dibaca
  • Akurasi optimal
  • Tidak membebani mekanisme internal
  • Umur alat lebih panjang

Range Magnehelic untuk Aplikasi Cleanroom

Cleanroom membutuhkan pengukuran tekanan sangat presisi karena berhubungan langsung dengan kontrol kontaminasi.

Tekanan Cleanroom Umum:

Area Tekanan Diferensial
Antar ruang produksi +10 hingga +20 Pa
Airlock +5 hingga +15 Pa
Koridor ke ruang proses +10 Pa
Ruang steril kritis +15 hingga +30 Pa

Range yang Direkomendasikan:

0–30 Pa → untuk area sangat sensitif
0–60 Pa → untuk monitoring umum cleanroom
0–125 Pa → untuk area dengan variasi tekanan lebih besar

Menggunakan range terlalu tinggi akan membuat perubahan tekanan tidak terdeteksi.

Range Magnehelic untuk Monitoring Filter HEPA

Selain tekanan ruangan, Magnehelic sering digunakan untuk membaca pressure drop filter. Filter yang kotor akan menyebabkan tekanan meningkat secara bertahap.

Pressure Drop Umum:

Kondisi Filter Pressure Drop
Filter baru 50–80 Pa
Mulai kotor 100–150 Pa
Harus diganti >200 Pa

Range yang Cocok:

0–250 Pa
0–500 Pa (untuk sistem besar)

Dengan range yang tepat, teknisi bisa mengetahui kapan filter harus diganti sebelum airflow terganggu.

Range Magnehelic untuk Sistem HVAC dan Ducting

Pada sistem HVAC, tekanan yang diukur biasanya lebih besar dibanding cleanroom.

Digunakan untuk:

  • Static pressure fan
  • Air balancing
  • Monitoring ducting
  • Troubleshooting airflow

Tekanan HVAC Umum:

Sistem Tekanan
AHU kecil 100–300 Pa
Ducting utama 250–500 Pa
Sistem industri besar >500 Pa

Range yang Direkomendasikan:

0–500 Pa → gedung komersial
0–750 Pa → industri
0–1000 Pa → sistem besar

Dampak Salah Memilih Range Magnehelic

Kesalahan pemilihan range bisa menyebabkan:

❌ Pembacaan Tidak Sensitif

Perubahan tekanan kecil tidak terlihat.

❌ Sistem Terlihat “Normal” Padahal Tidak

Masalah airflow tidak terdeteksi sejak awal.

❌ Jarum Selalu di Area Bawah

Operator sulit membaca nilai aktual.

❌ Umur Alat Lebih Pendek

Alat bekerja di luar zona optimal.

Cara Menentukan Range Sebelum Membeli Magnehelic

Sebelum memilih alat, lakukan langkah berikut:

1. Hitung Design Pressure

Gunakan data desain HVAC atau cleanroom.

2. Tentukan Tekanan Maksimum yang Mungkin Terjadi

Jangan hanya melihat tekanan normal.

3. Pilih Range Sedikit di Atas Nilai Kerja

Agar alat tetap aman saat fluktuasi.

4. Konsultasikan dengan Desainer Sistem Udara

Karena titik ukur dan airflow sangat mempengaruhi pembacaan.

Contoh Studi Kasus Pemilihan Range

Kasus 1: Cleanroom Farmasi

Tekanan desain: +15 Pa
Range ideal: 0–30 Pa

Jika memakai 0–250 Pa → perubahan tidak terbaca jelas.

Kasus 2: Monitoring HEPA AHU

Pressure drop normal: 120 Pa
Range ideal: 0–250 Pa

Kasus 3: Ducting Produksi Industri

Static pressure: 400 Pa
Range ideal: 0–500 Pa

Faktor Tambahan Selain Range

Selain range, beberapa faktor lain juga harus diperhatikan:

✔ Lokasi Instalasi

Harus mudah dibaca operator.

✔ Stabilitas Getaran

Lingkungan bergetar memerlukan mounting yang benar.

✔ Panjang Tubing

Terlalu panjang bisa menyebabkan delay pembacaan.

✔ Jenis Media Udara

Pastikan tidak ada kelembapan berlebih.

Pentingnya Penentuan Range dalam Perencanaan Sistem

Pemilihan range Magnehelic tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari desain keseluruhan sistem HVAC atau cleanroom, termasuk:

  • Perhitungan airflow
  • Pressure cascade design
  • Penempatan AHU dan ducting
  • Validasi performa ruangan
  • Strategi monitoring operasional

Karena itu, biasanya pemilihan alat dilakukan bersamaan dengan proses desain dan instalasi sistem agar pembacaan tekanan benar-benar merepresentasikan kondisi aktual.

Dalam implementasi proyek tata udara industri dan cleanroom, pendekatan seperti ini membantu memastikan alat ukur tidak hanya terpasang, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari sistem kontrol lingkungan yang efektif.
PT. Rajasa Wirastika Sejahtera berpengalaman dalam mendukung proses tersebut mulai dari perencanaan, instalasi, hingga pengujian sistem monitoring tekanan agar sesuai dengan standar operasional fasilitas.

Kesimpulan

Memilih range Magnehelic yang tepat adalah kunci mendapatkan pengukuran tekanan yang akurat dan dapat diandalkan.

Pemilihan yang benar akan:
✔ Memastikan perubahan tekanan terdeteksi dini
✔ Menjaga performa cleanroom dan HVAC
✔ Mempermudah maintenance
✔ Memperpanjang umur alat
✔ Mendukung kepatuhan standar industri

Sebaliknya, pemilihan range yang salah bisa membuat sistem terlihat normal padahal sebenarnya bermasalah.